Tampilkan postingan dengan label MATERI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MATERI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Desember 2013

TATA SURYA DAN JAGAT RAYA

  • Teori Tata Surya:
1.              Teori Nabula, Immanuel Kant-Laplace
Bermula dari kabut/nebula yang berputar lambat semakin lama semakin cepat membentuk cakram  tunggal, bagian tepi terlepas menjadi planet dan bagian tengah memampat menjadi matahari.
2.            Teori Protoplanet, G.P . Kuiper -Von Weiszzacker
Bermula dari debu dan gas, bagian tengah memampat dan berpijar  menjadi  matahari, bagian tepi terlepas berhamburan disekelilingnya saling tarik menarik menjadi gumpalan-gumpalan protoplanet
3.            Teori Planetesimal ,C. Chamberlin-Moulton
Berawal dari sebuah bintang  melintas matahari, akibatnya permukaan matahari tertarik ke arah bintang yang melintas, sebagian masa jatuh kembali ke matahari dan sebagian terlempar ke luar menjadi gumpalan-gumpalan protoplanet.
4.           Teori Pasang Surut, James-Jeffris
Dua bintang berpapasan dan saling tarik menarik. Ketika sudah berlalu, salah satu bintang terlepas materinya dan membentuk cerutu yang menjorok kearah bintang yang menariknya. Ketika bintang  menjauh massa cerutu itu menjadi terputus-putus dan menjadi gumpalan gas di sekitar matahari  menjadi planet dan satelit
5.           Teori Bintang Kembar, R.A Lytellon
Dikemukakan bahwa Matahari memiliki sebuah bintang sebagai kembarannya. Bintang kembarannya tersebut kemudian meledak menjadi unsur-unsur gas dan terperangkap oleh gaya gravitasi matahari.

  • Teori Jagat Raya:

1.        Big Bang
Jagat raya berasal dari satu massa tunggal yang mengalami ledakan dahsyat dan mengembang.
2.     Jagat Raya Mengembang
Jagat raya terbentuk dari galaksi-galaksi yang semakin menjauh sehingga jagat raya semakin luas.
3.      Steady State
Jagat raya terbentukdari galaksi-galaksi yang menjauh, kemudian  selalu terbentuk materi baru yang mengisi ruang kosong yang di tinggalkan galaksi sehingga dikatakan jagat raya dalam keadaan tetap.

  • Ciri Ciri Galaksi:
a.       Galaksi memiliki cahaya sendiri
b.      Galaksi lain tampak di luar galaksi Bimasakti
c.       Jarak antar galaksi jutaan tahun cahaya
d.      Galaksi memiliki bentuk tertentu

  • Klasifikasi Planet:
Berdasar Bumi sebagai pembatas
a.       Inner Planet: Me-Ve
b.       Outter Planet: Mars-Ju-Sa-Ur-Ne

Berdasar Sifat kebumian
a.       Terrestrial: Me-Ve-Bu-Ma
b.       Jovian: Ju-Sa-Ur-Ne

Berdasar Posisi Asteroid
a.       Inferior: Me-Ve-Bu-Ma
b.       Superior: Ju-Sa-Ur-Ne

Minggu, 08 Desember 2013

RUANG LINGKUP GEOGRAFI

1.              Objek Studi Geografi
Objek Material adalah seluruh fenomena GEOSFER yaitu  Litosfer, Atmosfer, Hidrosfer, Biosfer, dan Antroposfer.
Objek Formal adalah cara pandang/cara mengkaji objek material dengan menggunakan tiga pendekatan yaitu pendekatan keruangan, pendekatan kelingkungan, dan pendekatan kompleks wilayah.

Ruang lingkup geografi menurut Rhoad Murphey dalam buku “the scope of geografi” ada 3 hal,yaitu:
(1) Persebaran penduduk di muka bumi dengan aspek-aspek keruangan,
(2) Hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan fisik,
(3) Kajian terhadap region.

2.            Prinsip Geografi
1.       Persebaran/distribusi: terkait dengan persebaran gejala/fakta yang tersebar  tidak merata dipermukaan bumi.
2.       Deskripsi: penjelasan terhadap fenomena  yang disajikan dalam bentuk uraian, table, grafik, peta, atau gambar.
3.       Interelasi: hubungan yang saling terkait antara gejala satu dengan gejala yang lain, baik fisik maupun sosial.
4.       Korologi: merupakan tinjauan gejala dari sudut pandang sebaran, interaksi dan interelasi dalam  ruang.

3.            Konsep Dasar Geografi
1.       Lokasi: terdiri dari lokasi absolut dan lokasi relativ.
2.       Jarak: hubungan jauh dekat antara dua tempat
3.       Keterjangkauan: mudah atau sulitnya seuatu tempat dapat ditempuh, terkait dengan sarana dan prasarana
4.       Pola: terkait dengan susunan keruangan baik bentang alam maupun bentang budaya
5.       Morfologi: berhubungan dengan bentuk-bentuk permukaan bumi akibat tenaga endogen dan eksogen
6.       Aglomerasi: merupakan kecenerungan suatu gejala untuk mengelompok/memusat.
7.       Diferensiasi area: merupakan perbedaan setiap wilayah dengan ciri khas masing-masing.
8.       Interaksi dan interdependensi: hubungan yang saling ketergantungan.
9.       Nilai kegunaan: segala sesuatu yang bersifat relative berdasarkan fungsinya.
10.    Keterkaitan keruangan: menunjukkan tingkat keterkaitan antar wilayah baik bentang alam maupun budaya.

4.           Aspek Geografi
Aspek fisik:
Litosfer: fenomena gempa bumi, gunung meletus, dan bentuk-bentuk permukaan bumi.
Atmosfer: fenomena cuaca, iklim yang meliputi curah  hujan, angin, badai dll.
Hidrosfer: siklus air/hidrologi, pola aliran sungai, Daerah Aliran Sungai, air tanah, air laut, dll.
Biosfer: aneka tumbuhan dan hewan
Aspek Sosial:
Antroposfer: segala aktifitas manusia dan budayanya.

5.           Pendekatan Geografi
1.       Keruangan: analisis yang ditekankan pada struktur ruang, pola keruangan, proses dalam ruang (wilayah)
2.       Kelingkungan/ekologi: analisis yang ditekankan pada kondisi fisik lingkungan, perlakuan manusia terhadap lingkungan, dampak yang ditimbulkan, dan alternatif pemecahan masalah yang dapat dilakukan.
3.       Kompleks wilayah: merupakan kombinasi antara analisis keruangan dan kelingkungan/ekologi yang erat hubungannya dengan diferensiasi area, sehingga memunculkan hubungan timbal balik.