Jumat, 13 Desember 2013

ATMOSFER

·       Lapisan Atmosfer dan fungsinya


·       Unsur Cuaca dan Iklim
1.    Suhu:
Menghitung suhu berdasarkan ketinggian tempat
RUMUS:

PRINSIP: Setiap ketinggian naik 100 meter, suhu turun 0,6oC (adiabatis basah) dan turun 1oC (adiabatis kering)
 2.    Kelembaban:
Rumus:


3.    Tekanan
PRINSIP:
Menurut hukum Stevenson, kekuatan angin berbanding lurus dengan gradien barometrik. Gradien barometrik adalah angka yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari dua isobar pada tiap jarak 111 km.
RUMUS:

4.    Angin
Jenis Angin
Keterangan
Angin Passat
Angin yang bertiup tetap sepanjang tahun dari daerah subtropik menuju ke daerah ekuator (khatulistiwa).
Angin Anti Passat
Udara di atas daerah ekuator yang mengalir ke daerah kutub dan turun di daerah maksimum subtropik.
Angin Siklon
Angin yang bertekanan tinggi masuk ke daerah depresi/ daerah bertekanan rendah dikelilingi daerah bertekanan tinggi sehingga angin berputar
Angin Antisiklon
Angin bertekanan tinggi terjebak diantara angin bertekanan rendah sehingga menyebar keluar
Angin Muson (Monsun)
Angin muson ialah angin yang berganti arah secara berlawanan setiap setengah tahun. Umumnya pada setengah tahun pertama bertiup angin darat yang kering dan setengah tahun berikutnya bertiup angina laut yang basah.
Angin fohn
Angin jatuh atau Fohn ialah angin yg bersifat kering dan panas terdapat di lereng pegunungan. Sejenis angin ini banyak terdapat di Indonesia dengan nama angin
Bahorok di Deli
Kumbang  di Cirebon
Gending di Pasuruan dan Probolinggo
Brubu di Sulawesi Selatan
Wambrau di Papua/Biak

5.    Awan
Berdasarkan ketinggiannya, awan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1)
Awan tinggi (lebih dari 6000 m – 9000 m), karena tingginya selalu terdiri dari kristal es.

a)
Cirrus
:
awan tipis seperti bulu burung.

b)
Cirro stratus
:
awan putih merata seperti tabir.

c)
Cirro Cumulus
:
seperti sisik ikan.
2)
Awan sedang (2000 m – 6000 m)

a)
Alto Comulus
:
awan bergumpal gumpal tebal.

b)
Alto Stratus
:
awan berlapis-lapis tebal.
3)
Awan rendah (di bawah 2000 m)

a)
Strato Comulus
:
awan yang tebal luas dan bergumpal- gumpal.

b)
Stratus
:
awan merata rendah dan berlapis-lapis.

c)
Nimbo Stratus  
:
lapisan awan yang luas, sebagian telah merupakan hujan.
4)
Awan yang terjadi karena udara naik, terdapat pada ketinggian 500 m–1500 m

a)
Cummulus
:
awan bergumpal-gumpal, dasarnya rata.

b)
Comulo Nimbus
:
awan yang bergumpal gumpal luas dan sebagian telah merupakan hujan, sering terjadi angin ribut.
6.    Hujan
Hujan Frontal, terjadi ketika massa udara pana bertemu dengan massa udara dingin dan terjadi kondensasi kemudian hujan.
Hujan Orografis, terjadi ketika udara naik ke pegunungan dan terjadi kondensasi kemudian hujan.
Hujan Konveksi, terjadi ketika udara naik ke atmosfer dan terjadi kondensasi kemudian hujan

·       Jenis-jenis Iklim
  1. Iklim Matahari: Berdasarkan kedudukan matahari terhadap tempat-tempat di bumi. 
  2. Iklim Koppen: Berdasarkan curah hujan dan suhu (temperatur)
                       A: Iklim hujan tropis
           B: Iklim kering
           C: Iklim sedang
           D: Iklim dingin
           E: Iklim tundra
           Indonesia menurut Iklim tersebut:
           Af  = Hutan Hujan Tropis, meliputi wilayah Sumatera-Kalimantan-Papua
           Am= Munsun Tropik, meliputi wilayah Jawa
           Aw= Savana, meliputi wilayah Jatim-Madura-NTT-NTB-Sul.Tengg-Sul.Sel

  1. Iklim Schmitd-Ferguson: Berdasarkan curah hujan rata-rata bulan basah dan bulan kering
                                     Di bagi menjadi 8 iklim
          Nilai Q harus di cari terlebih dahulu untuk menentukan jenis iklim, dengan rumus:
          Ket: Bulan Kering jika curah hujan < 60 mm
          Bulan Basah  jika curah hujan  >100 mm
  1. Iklim Junghun: Berdasarkan ketinggian tempat dan jenis vegetasi/tanaman budidaya


  1. Iklim Oldeman: Berdasarkan rata-rata curah hujan bulan basah dan bulan kering secara berturut-turut
Pola curah hujan Indonesia:
1. Suhu udara tinggi
2. Curah hujan tinggi
3. Kelembaban tinggi
4. Ampitudosuhu harian lebih tinggi dari pada amplitudo tahunan
5. Persebaran curah hujan tidak merata, Indonesia barat lebih banyak dan lebu dulu hujan.
El Nino dan La Nina:
El nino merupakan peristiwa naiknya suhu permukaan laut Pasifik timur di pantai barat Peru. Dampaknya bagi Indonesia adalah kemarau panjang
La nina merupakan peristiwa kebalikan dari El nino, sehingga dmpak bagi Indonesia adalah hujan badai.
6.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar