Sabtu, 14 Desember 2013

HIDROSFER

·       Siklus Hidrologi

A  : Evaporasi, penguapan oleh perairan laut, sungai, danau, dll.
A2: Transpirasi, penguapan oleh tumbuhan
B  : Kondensasi, perubahan uap air menjadi Kristal air.
C  : Presipitasi, perubahan Kristal-kristal air menjadi air (Hujan)
D  : Infiltrasi, meresapnya air ke dalam tanah secara vertical
E  : Perkolasi, meresapnya air di dalam tanah secara horizontal.

·       Air Tanah

1.       Meteoric Water (Vadose Water)
Air tanah ini berasal dari air hujan, dan terdapat pada lapisan tanah yang tidak jenuh.
2.       Connate Water (Air Tanah Tubir)
Air tanah ini berasal dari air yang terperangkap dalam rongga-rongga batuan endapan, sejak pengendapan tersebut terjadi.
3.       Fossil Water (Air Fosil)
Air tanah ini berasal dari hasil pengendapan fosil-fosil, baik fosil tumbuhan maupun fosil binatang.
4.       Juvenil Water (Air Magma)
Air ini berasal dari dalam bumi (magma). Air ini bukan dari atmosfer atau air permukaan.
5.       Pelliculkar Water (Air Pelikular)
Air yang tersimpan dalam tanah karena tarikan molekul-molekul tanah.
6.       Phreatis Water (Air Freatis)
 Air tanah yang berada pada lapisan kulit bumi yang poreus (sarang). Lapisan air tersebut berada di atas lapisan yang tidak tembus air (pejal/kedap) atau di antara dua lapisan yang tidak tembus air.
7.       Artesian Water (Air Artesis)
Air artesis ini dinamakan juga air tekanan (pressure water). Air tersebut berada di antara dua lapisan impermeable (kedap air).

·       Sungai
Berdasarkan debit air:
1.       Sungai Permanen, adalah sungai yang debit airnya sepanjang tahun relatif tetap.
Contoh: sungai Kapuas, Kahayan, Barito dan Mahakam di Kalimantan. Sungai Musi, Batanghari dan Indragiri di Sumatera.
2.       Sungai Periodik, adalah sungai yang pada waktu musim hujan airnya banyak, sedangkan pada musim kemarau airnya sedikit. Contoh: sungai Bengawan Solo, sungai Opak, sungai Progo dan sungai Code, serta sungai Brantas.
3.       Sungai Episodik, adalah sungai yang pada musim hujan ada air, musim kemarau kering.
Contoh:sungai Kalada di pulau Sumba.
4.       Sungai Ephemeral, adalah sungai yang ada airnya hanya pada sesaat setelah hujan.
Kebanyakan sungai di Nusa Tenggara.

Berdasarkan Kemiringan Lereng:

Konsekwen: Sungai yang arah alirannya searah kemiringan lereng batuan
Subsekwen : Sungai yang arah alirannya tegak lurus dengan S.Konsekwen
Obsekwen   : Anak sungai Subsekwen yang alirannya berawanan dengan  S.Konsekwen
Resekwen   : Anak sungai Subsekwen yang arah alirannya sejajar dengan S.Konsekwen
Insekwen    : Sungai yang arah alirannya tidak teratur

Berdasaarkan Pola Alirannya:



1.      Radial Sentrifugal: pola menyebar, di gunung api
2.      Radial Sentripetal: pola memusat, di cekungan/basin/ledok
3.      Dendritik: pola bercabang, di dataran rendah
4.      Trellis: pola jeruji, di pegunungan lipatan
5.      Rektangular: pola patahan, di pegunungan patahan
6.      Pinatte: pola sudut lancip, di daerah lereng curam
7.      Anular: pola melingkar, di dome/kubah
8.      Paralel: pola sejajar, di daerah dataran tinggi yang luas

Berdasarkan Struktur Geologi:
1.    Anteseden: Sungai yang mampu mempertahankan arah alirannya meskipun terjadi pengangkatan, karena di imbangi dengan tingkat erosi yang tinggi. (Erosi = pengangkatan)
2.      Epigenesa: Sungai yang mengalami pengikisan sampai batuan induknya

·       Danau
Danau TEKTONIK: D. Poso, D. Tempe, D. Towuti, D. Ranau, D. Maninjau, D. Singkarak
Danau VULKANIK: D. Kelimutu, D. Kerinci, D. Kawah ijen, D. Batur
Danau VULKANO-TEKTONIK: D.Toba

·       Perairan Laut
Zona Kedalaman Laut:
Zona Lithoral, daerah pantai  batas pasang-surut.
Zona Neritic, dari batas wilayah pasang surut – 200 m. Paling banyak terdapat berbagai jenis hewan maupun tumbuh-tumbuhan, karena sinar  matahari sampai dasar, sehingga disebut zona kehidupan.
Zona Bathyal, kedalaman 200 m – 2000 m.
Zone Abyssal, kedalaman >2000 m.

Laut Menurut Terjadinya:
Laut Transgresi, terjadi karena naiknya permukaan air laut atau daratannya yang turun. Contoh: Laut Arafuru
Laut Ingresi, terjadi karena adanya penurunan tanah di dasar laut. Contoh: laut Banda
Laut Regresi, terjadi karena penurunan permukaan air laut. Contoh:  laut Jawa

Arus Laut Dunia:


Samudera Pasifik:
 A→ arus Kalifornia
 J → arus Kuroshiho
 K→ arus Oyashiho
 B → arus Peru (Humbolt)
Samudera Atlantik:
C → arus Gulfstream
D→ arus Greenland timur
E → arus Labrador
F → arus Canari
G→ arus Benguela
Samudera Hindia:
H→ arus Agulhas
I → arus Maskarena

Tidak ada komentar:

Posting Komentar